Senin, 01 Oktober 2012

Ideologi dan Nilai-Nilai Pancasila


A. Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara
1. Latar Belakang Pancasila sebagai Ideologi Negara
          Pancasila adalah dasar NKRI yang terdiri dari 2 suku kata, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar. Dengan demikian, pancasila menurut bahasa adalah lima dasar. Pancasila adalah pedoman luhur yang wajib ditaati dan dijalankan oleh setiap warga Negara untuk menuju kehidupan yang sejahtera, aman, dan sentosa. Asal mula bahan/materi (kausa material) Pancasila adalah bangsa Indonesia sendiri yang terdapat dalam kepribadian dan pandangan hidupnya.
            Secara implisit, Pancasila dijadikan ideologi Negara sejak 17 Agustus 1945, tetapi secara yuridis baru sah pada tanggal 18 Agustus 1945.
a. Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
          Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam siding BPUPKI yang pertama tnggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 mengajukan usul tentang dasar Negara Indonesia merdeka. Usulan tersebut ditanggapi oleh Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
1)  Mr. Muhammad Yamin
            Dalam sidang BPUPKI, Muh Yamin mengemukakan pidato tentang lima dasar Negara Indonesia merdeka sebagai berikut.
a)      Peri  Kebangsaan
b)      Peri Kemanusiaan
c)      Peri Ketuhanan
d)     Peri Kerakyatan
e)      Kesajahteraan Sosial
2) Prof. Dr. Mr. Soepomo
            Pada sidang BPUPKI 1, Soepomo mengemukakan pidatonya tentang lima dasar Negara Indonesia sebagai berikut.
a)      Paham Negara persatuan
b)      Perhubungan Negara dan agama
c)      Sistem badan perwakilan
d)     Sosialisme Negara
e)      Hubungan antarbangsa yang bersifat Asia Timur Raya
3) Ir. Soekarno
            Beliau  mengemukakan dasar Negara Indonesia merdeka yang kemudian diberi nama “Pancasila”. Lima dasar tersebut adalah.
a)      Nasionalisme
b)      Internasionalisme
c)      Mufakat atau Demokrasi
d)     Kesejahteraan Sosial
e)      Ketuhanan yang berkebudayaan

Lima asas dasar Negara Indonesia merdeka itu dapat dipadukan menjadi Trisila yaitu
a)      Sosionasional yaitu nasionalisme dan internasionalisme
b)      Sosiodemokrasi yaitu demokras dengan kesejahteraan rakyat
c)      Ketuhanan Yang Maha Esa
Trisila dapat dipadu lagi mejadi Ekasila, yakni gotong royong.
b. Rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta
            Untuk menyempurnakan usulan dasar Negara Indonesia, maka dibentuklah panitia Sembilan untuk merumuskan suatu rancangan pembukaan hukum dasar. Anggota panitia Sembilan adalah.
1.      Ir. Soekarno(Ketua)

2.      Drs. Moh. Hatta
3. Mr.A.A Maramis
4. K.H. Wahid Hasyim
5. Mr. Ahmad Subarjo
6. H. Agus Salim
7. Abdul Kahar Mudzakir
8. Abikusno Tjokrosoejoso
9. Mr. Muh Yamin
Hasil kerja panitia Sembilan adalah Piagam Jakarta. Piagam Jakarta memuat rumusan dasar Negara sebagai hasil yang pertama kali disepakati oleh siding. Rumusan dasar Negara yang termuat di Piagam Jakarta adalah sebagai berikut
1)      Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2)      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3)      Persatuan Indonesia
4)      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5)      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Setelah Indonesia merdeka, rumusan dasar Negara Pancasila tersebut disahkan oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun dilakukan perubahan, yaitu penghapusan bagian kalimat,” dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya
Penghapusan bagian kalimat dalam sila pertama dilakukan dengan alasan adanya keberatan dari pemeluk agama lain dan demi tetap terjaganya persatuan bangsa Indonesia.
2. Kedudukan dan Fungsi Pancasila
a. Dasar Negara RI
Sebagai dasar Negara, Pancasila dipergunakan untuk mengatur seluruh tatanan kehidupan negara.
b. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila sebagai petunjuk hidup bangsa Indonesia memberi arah bagi bangsa Indonesia  dalam kegiatan hidup di segala bidang kehidupan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Jiwa Bangsa Indonesia
Pancasila menjadi dasar aspirasi, semangat, dan motivasi perjuangan bangsa Indonesia.
d. Tujuan Bangsa Indonesia
Pancasila merupakan tujuan yang hendak  dicapai bangsa Indonesia, yaitu masyarakat yang adil dan makmur, merata materiil dan spiritual dalam wadah NKRI yang merdeka, berdaulat, bersatu dalam suasana perikehidupan bangsa yang tentram, tertib, damai, dan dinamis.
e. Perjanjian luhur Bangsa Indonesia
Pancasila menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara serta rakyat telah bersepakat untuk melaksanakan, memelihara, dan melestarikannya.
f. Sumber dari Segala Sumber Hukum
Seluruh tata kehidupan berbangsa dan bernegara, seluruh peraturan perundang-undangan harus bersumber pada Pancasila.
g. Sumber Nilai
Pancasila merupakan nilai dan djadikannya sebagai sumber nilai ketatanegaraan RI
h. Paradigma Pembangunan
Segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikatnya nilai-nilai dari sila-sila Pancasila.
i. Ideologi terbuka dan tertutup
Ideologi terbuka : nilai dan cita-cita yang terkandung dalam pancasila tidak dipaksakan dari luar.
Ideologi tertutup : betapa besarnya perbedaan antara tuntutan sebagai ideologi yang memungkinkan hidup dalam masyarakat itu akan selalu ada tuntutan untuk taat terhadap ideologi tersebut.
3.Pancasila sebagai Ideologi Negara
a. Pengertian Ideologi
            Ideologi adalah cita-cita politik atau doktrin (ajaran) dari suatu lapisan masyarakat yang dapat dibeda-bedakan. Harold H. Titus mengemukakan bahwa ideology adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi serta filsafat sosial yang dilaksanakan bagi suatu rencana sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh lapisan masyarakat. Dalam KBBI ideologi berarti kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.
 Ideologi merupakan cerminan cara berpikir orang atau masyarakat, sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen untuk mewujudkannya. Makin dalam kesadaran ideologis seseorang, makin dalam sikap seseorang meyakini ideologinya sebagai ketentuan yang mengikat dan harus ditaati dalam kehidupannya.
Ideologi mengandung unsur sebagai berikut.
1)      Adanya suatu penafsiran atau pemahaman terhadap kenyataan
2)      Memuat seperangkat nilai-nilai atau suatu preskripsi moral
3)      Ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Ide, gagasan, dan keyakinan tersebut menyangkut berbagai aspek kehidupan, yaitu
1)      Aspek politik
2)      Aspek sosial
3)      Aspek kebudayaan
4)      Aspek keagamaan
Ideologi adalah serangkaian norma atau system nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki oleh suatu masyarakat, bangsa, dan Negara sebagai pandangan hidupnya. Dengan demikian, ideologi memuat hal-hal pokok sebagai berikut.
1)      Kumpulan gagasan-gagasan, keyakinan, dan kepercayaan di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
2)      Tata nilai tersebut bersifat sistematis, menyeluruh dan mendalam.
3)      Menjadi dasar sekaligus tujuan hidup yang dicita-citakan bersama.
4)      Memberikan arah dan pandangan hidup bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila dipergunakan sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila memuat nilai-nilai dasar yang normatif yaitu memuat norma-norma yang paling mendasar sebagai ukuran keabsahan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia memahami nilai-nilai dasar Pancasila sebagai kesatuan yang utuh dan bulat serta merupakan satu system nilai dasar yang saling berkaitan, saling menjiwai, dan saling memperkuat. Pancasila menjadi ideologi nasional yang orisinil hasil rumusan bangsa sendiri.
b. Hakikat dan Fungsi Ideologi
            Hakikat ideologi adalah hasil refleksi manusia yang diperoleh dari kemampuannya mengadakan distansi (jarak) terhadap kehidupannya. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, sekaligus juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya. Ideologi harus dihayati sehingga menjadi suatu keyakinan. Fungsi ideologi antara lain.
1)      Struktur kognitif yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat menjadi landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia serta kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya.
2)      Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupannya.
Selain itu, ideologi juga berfungsi sebagai identitas kelompok atau bangsa. Ideologi berintikan seperangkat nilai yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh seseorang atau suatu masyarakat sebagai pandangan hidup mereka.
c. Dimensi Ideologi
            Menurut Dr. Alfian, Ideologi mengandung tiga dimensi, yaitu sebagai berikut
1) Dimensi Realitas
            Ideologi mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil ada dalam masyarakatnya.
2) Dimensi Idealisme
            Ideologi mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3) Dimensi Fleksibilitas
            Ideologi yang terbuka (demokratis) akan menemukan, meletakkan, bahkan mempertaruhkan kekuatannya pada keberhasilan merangsang masyarakat untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang dirinya tanpa khawatir.
d. Ideologi Besar di Dunia
1) Kapitalis
            Kapitalis berarti dana,  persediaan barang, sejumlah uang, dan bunga pinjaman. Istilah ini pertama kali muncul pada abad ke-12. Yang membuat istilah ini adalah Karl Marx. Ciri- ciri kapitalisme adalah.
a)         Penggunaan perhitungan rasional untuk mendapatkan keuntungan
b)         Penyesuaian semua alat produksi material
2) Sosialisme
            Sosialisme adalah sebuah istilah untuk semua doktrin ekonomi yang menentang kemutlakan milik perseorangan dan menyokong pemakaian milik tersebut untuk kesejahteraan umum. Dasar sosialisme adalah kontrol kolektif atas sekurang-kurangnya alat produksi dan perluasan fungsi dan aktivitas Negara.
3) Komunisme
            Ideologi ini dipelopori oleh Karl Marx pada abad ke-19 yang beraliran social radikal. Ajaran komunis tidak mengenal adanya tuhan dan didasarkan atas paham kebendaan. Contoh Negara yang memiliki ideologi komunisme antara lain: RRC, Kuba, Vietnam, dan Korut.

4) Fasisme
            Fasisme merupakan sebuah paham yang menghendaki suatu Negara yang kuat. Konsep dasar fasisme adalah Negara memiliki suatu kehidupan, kesatuan, dan kewenangan yang tidak selalu sama dengan yang diinginkan individu.
5) Liberalisme
            Ideologi ini mengembangkan paham kapitalisme yang eksploitatif, yaitu penguasaan atas alat-alat produksi oleh kapitalis dan pemerasan terhadap hak-hak buruh. Ideologi ini juga berpaham sekuler, yaitu bersifat memisahkan antara agama dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
e. Arti penting Ideologi bagi Suatu Negara
            Bagi Negara yang sedang dijajah, ideologi dimaknai sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang ingin diwujudkan. Bagi suatu Negara, ideologi diperlukan untuk mewujudkan tujuan Negara tersebut. Arti penting ideologi antara lain adalah.
1) Ideologi dapat mempersatukan orang dari berbagai agama
2) Ideologi mampu mengatasi konflik atau ketegangan sosial
f. Karakteristik Ideologi Pancasila
1) Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berarti bahwa bangsa Indonesia mengakui dan percaya kepada tuhan YME sebagai pencipta, penguasa, dan pemelihara alam semesta beserta isinya.
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang berarti bahwa bangsa Indonesia menghargai nilai-nilai kemanusiaan atas dasar prinsip persamaan derajat, hak, dan kewajiban.
3) Persatuan Indonesia, yang berarti bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa pada posisi yang utama karena persatuan dan kesatuan merupakan factor penting bagi keberadaan dan keberlangsungan hidup NKRI.
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berarti bahwa bangsa Indonesia dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut kepentingan bersama lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
5) Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang berarti bahwa tujuan nasional yang hendak diwujudkan oleh bangsa Indonesia adalah kehidupan nasional yang adil dan makmur, materiil dan spiritual secara merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dr. Alfian menyatakan bahwa kesadaran ideologis bangsa Indonesia menemukan tiga visi yang terkandung di dalam ideologi pancasila. Ketiga visi tersebut saling mengisi dan saling memperkaya integratif menjadi satu wawasan ideologi nasional. Ketiga visi tersebut adalah.
- Pancasila sebagai Ideologi Persatuan
- Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan
- Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
g. Kelebihan Ideologi Pancasila
kelebihan Ideologi Pancasila antara lain sebagai berikut.
1) Pengakuan terhadap Tuhan YME, sebagaimana terdapat pada Pembukaan UUD 1945 Alinea III.
2) Ideologi Pancasila menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
h. Prinsip-Prinsip Pokok Demokrasi Pancasila
Prinsip dasar demokrasi Pancasila antara lain sebagai berikut.
1) Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional
2) Keseimbangan antara hak dan kewajiban
3) Pelaksanaan pemilihan umum
i. Ciri-ciri demokrasi Pancasila
Ciri-ciri demokrasi Indonesia Antara lain sebagai berikut.
1) Kedaulatan ada di tangan rakyat
2) Menghargai HAM
3) Pemilu dilaksanakan luber
4) Mengandung sistem mengambang
B. Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara
Prof. Dr. Mr. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga.
1- Nilai Materiil: Segala sesuatu yang berguna bagi semua unsur manusia.
2- Nilai Vital: Segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan aktivitas.
3- Nilai Kerohanian: Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
NILAI-NILAI DALAM PANCASILA
Sila 1 Mengandung nilai religius
Contoh: Ketaqwaan kepada Tuhan YME
Sila 2 Mengandung nilai-nilai kemanusiaan
Contoh: Tidak semena-mena terhadap orang lain
Sila 3 Mengandung nilai persatuan
Contoh: Cinta tanah air dan bangsa
Sila 4 Mengandung nilai kerakyatan
Contoh: Menghargai pendapat orang lain
Sila 5 Mengandung nilai keadilan
Contoh: Menolong sesame
C. Sikap Positif terhadap Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
Mengamankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara terbagi menjadi dua cara, yaitu preventif dan represif.
PREVENTIF( PENCEGAHAN )
a. Membina Wawasan Nusantara
b. Melaksanakan sistem hankamrata
c. Membina kesadaran ketahanan social
REPRESIF(TINDAKAN)
a. Memenjarakan orang yang terlibat dalam pemberontakan
b. Memenjarakan orang yang terlibat dalam pelanggaran hokum
c. Memenjarakan orang yang terlibat dalam pengkhianatan

Upaya yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi Negara dalam kehidupan sehari-hari
1. Menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
2. Mempertahankan Pancasila sebagai ideologi Negara
Dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar